Minggu, 08 Mei 2016

PASUKAN SIAP TEMPUR UN

Jujur aku bingung, kenapa di Indonesia harus mengadakan yg namanya Ujian Nasional, apa UN ini ajang evaluasi belajar, untuk meningkatkan mutu pendidikan, atau bahkan ajang pamer-pameran penghapus dan pensil baru. Lagian, soal-soal di UN ini tidak sesuai dengan kehidupan pada aslinya, contohnya  pelajaran fisika “Bapak Beny naik ke atas gedung setinggi 100 Meter, lalu menjatuhkan batu dengan gaya potensial 35 Newton. Hitung priode jatuhnya Batu !”, emang si bapak ini tidak ada kerjaan lain apa ?, kenapa tidak menjatuhkan satu koper uang logam aja ?. Coba deh, pemerintah membuat soal yg sesuai dengan logika, dan yg bisa merangsang nalar siswa untuk berpikir kritis. 

Dulu aku pernah ikutan tes IQ, dan hasilnya cukup menggemparkan, ternyata IQ ku sekelas dengan IQ nungging. Berhubung sebentar lagi try out, akhirnya aku mengikuti bimbel(Bimbingan belajar), dan hasilnya lumayan, iya lumayan hancur maksudnya. Temanku terheran melihatku, dengan muka sok-sok’an ngerti temanku bertanya “kamu gk nyesel ikutan bimbel, tohh jugak nilai mu gitu-gitu aja”, dengan mimik tersenyum aku menjawab “ndak tuh, ngapain harus nyesel ? tapi hancur-hancur gini, minimal aku tidak mencontek !”. Lagian buat apa dapat nilai excellent, jika itu semua didapatkan dengan nyontek. Ingat,”sekolah itu kaya game. Akan lebih keren, jika kamu namatinnya tidak menggunakan Cheat”.

Berkat nilai jeblok kemarin, aku akhirnya mengevaluasi kembali, kenapa materi sulit dicerna sama otak ?, jawabannya sudah dikupas setajam silet di Pagle(Paman Google), menurut  Pagle sih, salah satunya karna metode belajar yg membosankan. Aku kembali bertanya, “metode belajar apa yg tidak membosankan”, dan jawabannya sudah di kupas tuntas setajam samurai di Tahoo(Tante Yahoo), ternyata metode belajar yg tidak membosankan adalah dengan belajar secara berkelompok.

Dengan bermodalkan jawaban dari Pagel dan Tahoo, akhirnya aku membuat kelompok belajar untuk persiapan UN. Nama dari kelompok belajarku adalah ASTUN(Aliansi Siap Tempur Ujian Nasional), kelompok ini beranggotakan empat mahluk gaib, diantaranya Aziz,Majdi,Aldi,Didin(Aku).

Dalam merekrut mahluk-mahluk gaib ini, aku harus mengimi-imingi mereka agar mereka mau masuk kedalam ASTUN. contohnya aja Aziz, dalam membujuk mahluk ini aku harus keliling-keliling lapangan nyari bakwan. Tidak sampai disitu, Aldi pun ikut berpartisipasi dalam menjajahku, tantangannya adalah aku harus membeli es cream ditukang bakso.

Setelah menuruti kemauan dari mahluk gaib ini, akhirnya mereka terbujuk untuk ikut dalam membuat kelompok belajar. Kami semua memiliki keahlian yg berbeda-beda contohnya Aziz pintar dalam pelajaran Matematika dan IPA, Aldi pintar dalam Bahasa Inggris, Majdi pintar dalam Bahasa Indonesia, dan Aku pintar dalam melihat perkembangan film serial Uttaran.

Karena kami memiliki kemampuan yg berbeda-beda, dalam proses belajar kami menggunakan metode GANJAR yaitu Gerakan Ajar-Mengajar. Maksut dari metode kami adalah, siapa yg paling unggul dalam suatu mata pelajaran maka dialah yg menyampaikan materi, contohnya aja Aziz yg pintar dalam pelajaran Matematika maka dialah yg akan menyampaikan materi dalam pelajaran Matematika.

Seiring berjalannya Ojek yg meninggalkan pangkalannya, akhirnya Ujian Nasional pun tiba. Karena kami telah mempersiapkan diri baik secara materi,mental,fisik, maupun sikat gigi. Akhirnya kami menjawab soal Ujian Nasional dengan tangan yg lemah gemulai.

Hari ini entah di tunggu-tunggu atau bahkan tidak diharapkan ada, tapi kebanyakan dari kami tidak mengharapkan hari ini, yaitu hari pengumuman. Dengan muka ragu kami melihat madding yg tertancap rapi beberapa helai kertas pengumuman, dan tidak disangka kami lulus dengan nilai yg mungkin memuaskan hati orang tua kami.

3 komentar: