Minggu, 08 Mei 2016
PASUKAN SIAP TEMPUR UN
Dulu aku pernah ikutan tes IQ, dan hasilnya
cukup menggemparkan, ternyata IQ ku sekelas dengan IQ nungging. Berhubung sebentar
lagi try out, akhirnya aku mengikuti bimbel(Bimbingan belajar), dan hasilnya
lumayan, iya lumayan hancur maksudnya. Temanku terheran melihatku, dengan muka
sok-sok’an ngerti temanku bertanya “kamu gk nyesel ikutan bimbel, tohh jugak
nilai mu gitu-gitu aja”, dengan mimik tersenyum aku menjawab “ndak tuh, ngapain
harus nyesel ? tapi hancur-hancur gini, minimal aku tidak mencontek !”. Lagian
buat apa dapat nilai excellent, jika itu semua didapatkan dengan nyontek.
Ingat,”sekolah itu kaya game. Akan lebih keren, jika kamu namatinnya tidak
menggunakan Cheat”.
Berkat nilai jeblok
kemarin, aku akhirnya mengevaluasi kembali, kenapa materi sulit dicerna sama
otak ?, jawabannya sudah dikupas setajam silet di Pagle(Paman Google),
menurut Pagle sih, salah satunya karna
metode belajar yg membosankan. Aku kembali bertanya, “metode belajar apa yg
tidak membosankan”, dan jawabannya sudah di kupas tuntas setajam samurai di
Tahoo(Tante Yahoo), ternyata metode belajar yg tidak membosankan adalah dengan
belajar secara berkelompok.
Dengan bermodalkan
jawaban dari Pagel dan Tahoo, akhirnya aku membuat kelompok belajar untuk
persiapan UN. Nama dari kelompok belajarku adalah ASTUN(Aliansi Siap Tempur
Ujian Nasional), kelompok ini beranggotakan empat mahluk gaib, diantaranya
Aziz,Majdi,Aldi,Didin(Aku).
Dalam merekrut
mahluk-mahluk gaib ini, aku harus mengimi-imingi mereka agar mereka mau masuk
kedalam ASTUN. contohnya aja Aziz, dalam membujuk mahluk ini aku harus
keliling-keliling lapangan nyari bakwan. Tidak sampai disitu, Aldi pun ikut
berpartisipasi dalam menjajahku, tantangannya adalah aku harus membeli es cream
ditukang bakso.
Setelah menuruti
kemauan dari mahluk gaib ini, akhirnya mereka terbujuk untuk ikut dalam membuat
kelompok belajar. Kami semua memiliki keahlian yg berbeda-beda contohnya Aziz
pintar dalam pelajaran Matematika dan IPA, Aldi pintar dalam Bahasa Inggris,
Majdi pintar dalam Bahasa Indonesia, dan Aku pintar dalam melihat perkembangan
film serial Uttaran.
Karena kami memiliki
kemampuan yg berbeda-beda, dalam proses belajar kami menggunakan metode GANJAR
yaitu Gerakan Ajar-Mengajar. Maksut dari metode kami adalah, siapa yg paling
unggul dalam suatu mata pelajaran maka dialah yg menyampaikan materi, contohnya
aja Aziz yg pintar dalam pelajaran Matematika maka dialah yg akan menyampaikan
materi dalam pelajaran Matematika.
Seiring berjalannya
Ojek yg meninggalkan pangkalannya, akhirnya Ujian Nasional pun tiba. Karena
kami telah mempersiapkan diri baik secara materi,mental,fisik, maupun sikat
gigi. Akhirnya kami menjawab soal Ujian Nasional dengan tangan yg lemah
gemulai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lucu bangetz :D
BalasHapusLucu bangetz :D
BalasHapusthanks.. sering2 mampir ya
BalasHapus